Pengunjung menikmati menu khas Kincir yang asli Indonesia dan buka 24 jam. Sumber foto: Ranselio
Pengunjung menikmati menu khas Kincir yang asli Indonesia dan buka 24 jam. Sumber foto: Ranselio

Tidak banyak restoran Indonesia yang buka 24 jam, kecuali masakan Padang dan beberapa warung tegal (warteg). Di Kincir, semua masakan khas Indonesia bisa tersaji secara murah dan lengkap. Lebih enak lagi, spot kuliner yang ada di Lobby China, Mall Artha Gading Lantai Dasar ini buka 24 jam.

Saya mencoba menikmati enam menu saat itu, yakni Nasi Goreng Kincir, Ayam Penyet, Iga Bakar Pedas, Bawal Colo-Colo, Sop Buntut, dan Tahu Bandung Meledak. Namanya lucu-lucu, jadi akan tertantang mencicipinya.

Tahu Bandung Meledak menjadi menu pembuka (appetizer). Sesuai namanya, menu ini berisi tahu goreng yang diiris sedang. Awalnya, saya mengira ini pisang goreng atau ayam goreng karena tepung yang digunakan mirip seperti yang digunakan untuk ayam goreng di restoran cepat saji.

Menu Tahu Bandung Meledak khas Kincir. Sumber foto: Ranselio
Menu Tahu Bandung Meledak khas Kincir. Sumber foto: Ranselio

Tahu yang digoreng setengah matang dan tepung yang crunchy bikin lidah menari-nari menikmati rasanya. Menariknya, cabai disajikan seperti ditaburkan. Jadi bukan tahu isi cabai ya, yang sewaktu-waktu meledak di mulut. Hehe..

Cabai yang tidak dihaluskan justru malah membuat pedas. Saat dinikmati bersama tahu goreng tadi, rasa pedas langsung muncul saat gigitan pertama. Kita akan kecanduan sambil menunggu menu selanjutnya.

Nasi Goreng Kincir menjadi menu kedua yang dihidangkan. Porsinya lumayan besar dengan gaya penyajian nasi goreng yang diselimuti telur goreng. Sebagai pelengkap diberikan mentimun, selada, tomat, dan kerupuk.

Menu Nasi Goreng Kincir. Sumber foto: Ranselio
Menu Nasi Goreng Kincir. Sumber foto: Ranselio

Saya suka nasi goreng Kincir karena gurih, bumbunya mantap, tidak keasinan ataupun kemanisan. Ditambah lagi, di atasnya ditaburi bawang goreng. Yummy pokoknya.

Tak begitu lama, muncul ayam penyet yang ditemani sepotong tahu dan tempe goreng. Sambal yang dilumuri di atas ayam goreng tersebut awalnya cukup manis, tapi lama-lama baru terasa pedasnya.

Ayam Penyet khas Kincir ditambah Sambal yang maknyus. Sumber foto: Ranselio
Ayam Penyet khas Kincir ditambah Sambal yang maknyus. Sumber foto: Ranselio

Ayam penyet ini bisa jadi teman makan nasi goreng Kincir tadi. Ayam kampungnya pun empuk, tidak alot, tidak terasa banyak minyak akibat kelamaan digoreng.

Belum habis ayam penyet yang saya nikmati sudah muncul Ikan Bawal Colo-Colo. Menu khas Sulawesi merupakan ikan bakar yang ditaburi sambal matah khas Bali.

Ikan Bawal Colo-Colo ditambah sambal matah. Sumber foto: Ranselio
Ikan Bawal Colo-Colo ditambah sambal matah. Sumber foto: Ranselio

Ikan Bawalnya tidak terasa amis. Tidak banyak restoran yang mampu mengolah menu ikan. Biasanya ikan terlama lama dibakar sehingga terasa rapuh saat dipegang. Atau biasanya kebanyakan gosongnya.

Saya kemarin menghabiskan ikan bawal ini sendirian karena terasa nikmat meski sebagai camilan. Bumbu kecapnya pas, tidak terlalu manis dan tidak terlalu gosong. Ditemani sambal matah, menyantap ikan bawal ini terasa makin nikmat.

Iga bakar pedas makin menambah selera makan. Iga bakar yang sudah dibakar dan dilumuri bumbu khusus terasa empuk meski sedikit pedas bagi saya. Namun bagi yang suka pedas, menu ini wajib dicoba.

Menu Iga Bakar Pedas khas Kincir. Sumber: Ranselio
Menu Iga Bakar Pedas khas Kincir. Sumber: Ranselio

Terakhir, saya mencoba Sop Buntut khas Kincir. Cara penyajiannya unik yang ditempatkan dalam wadah khusus di perapian. Jadi penyajian masih hangat.

Satu porsi berisi tiga buntut dengan daging yang banyak. Biasanya sop buntut yang disajikan malah lebih banyak tulang daripada dagingnya. Namun di Kincir, tiga buntut saja sudah cukup bikin perut kenyang. Yang lebih nikmat lagi, kuah dari sop buntut tersebut, segar, apalagi disajikan saat hangat.

Sop Buntut khas Kincir. Sumber foto: Ranselio
Sop Buntut khas Kincir. Sumber foto: Ranselio

Minuman di Kincir ini pun beragam, terutama dari sari buah-buahan. Aku memilih jus mangga. Pikiranku ini semacam jus mangga seperti di tempat lain. Tapi entahlah, di Kincir minumannya terasa beda, lebih kental dan lebih mengenyangkan. Apalagi ditaruh di gelas cukup besar. Ternyata jus mangga ditambah susu.

Aku pun sempat mencicipi minuman yang dipesan teman, seperti Very Berry Blackberry (campuran blackberry, kiwi, lemon), Very Berry Strawberry (campuran Stroberi, kiwi, dan lemon), Lycheeberry (stroberi dan leci), Pink Like Candy (stroberi, sirsak, buah naga merah). Minuman ini kaya antioksidan. Jadi baik buat kesehatan.

Ada pula minuman yang khusus buat diet, seperti Go Green (nanas, lemon, horenzo), Green Tropical (sirsak, kiwi, horenzo), Kill (kiwi, leci, lemon), Minty Healthy Green (nanas, jeruk, mint).

Aneka minuman khas Kincir. Sumber foto: Ranselio
Aneka minuman khas Kincir. Sumber foto: Ranselio

Buat yang suka kesegaran, di Kincir punya minuman Dragonberry (buah naga merah dan stroberi), Dragonfly (buah naga merah dan sirsak), Smoothie Guavaberry (jambu, stroberi, dan yogurt), serta Smoothie Tamarilos (terong belanda, yoghurt).

Bagi yang ingin melepas stres bisa mencoba Melchee (melon dan leci), Mango Delight (mangga dan susu) dan Marry (mangga dan stroberi).

Sudah puas makan dan minumnya? Di Kincir, kita bisa mencari suvenir atau kerajinan tangan khas Tanah Air. Ternyata Kincir memiliki konsep one stop hang out venue sehingga pengunjung bisa menikmati citarasa otentik makanan Indonesia dan melihat suvenir yang dibuat Dewan Kerajinan Nasional Daerah DKI Jakarta.

Bagi pecinta bir, Kincir juga menyediakan aneka ragam minuman bir yang dapat dinikmati dengan suasanya mirip rumah sendiri.

Blogger yang tergabung dalam Blogger Crony berpose setelah mencicipi menu di Dapur Kincir. Foto: Dede Ariyanto
Blogger yang tergabung dalam Blogger Crony berpose setelah mencicipi menu di Dapur Kincir. Foto: Dede Ariyanto

Restoran Kincir yang menjadi bagian Kaaramel Juice Group ini akan menawarkan menu yang berbeda setiap bulannya. Pemilik Kaaramel Juice Group Ferry Dafira mengatakan, restoran yang baru soft launching 16 Desember 2016 ini akan berusaha menyediakan menu makanan dari Sabang sampai Merauke. “Saat ini kami sudah menyediakan 50 menu. Nanti akan ditambah terus seiring permintaan,” katanya.

Restoran yang mampu menampung hingga 80 orang ini juga menyediakan tempat khusus untuk meeting atau arisan. Dalam waktu dekat, Kincir akan membuka cabang di Bali. “Tahun depan kami akan ekspansi ke Makassar, Yogyakarta, dan Surabaya,”ujarnya.

Semoga restoran ini mampu menghasilkan energi positif sesuai filosofis Kincir. Setelah makan makanan Indonesia muncul kebanggan terhadap masakan Tanah Air. Ayo gemari masakan Indonesia dan kampanyekan #IeatIndonesianFood

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Menu makanan dan minuman di Tamnak Thai Menteng. Foto: Dokumen Didik Purwanto
Makanan Thai Enak di Tamnak

Sawatdee Khrap.. Kini banyak banget restoran yang menjual makanan Thailand, khususnya di Jakarta. Restoran ini menyuguhkan keunikan yang mengingatkan Negeri...

Close