Wat Phra That Doi Suthep, kuil emas di atas bukit Chiangmai. Sumber foto: Didik Purwanto
Wat Phra That Doi Suthep, kuil emas di atas bukit Chiangmai. Sumber foto: Didik Purwanto

Berkunjung ke Chiangmai juga tak lengkap bila belum naik ke atas bukit menikmati kuil berlapis emas.

Kuil ini disebut Wat Phra That Doi Suthep. Komplek kuil ini bisa ditempuh sekitar satu jam dengan naik mobil atau angkutan khusus khas Thailand. Lokasinya juga tidak jauh dari Bandara Chiangmai.

Bila yang sering mabuk disarankan tidak makan terlalu banyak sebelum ke sini. Lokasinya yang jauh di atas bukit memicu kendaraan berjalan meliuk-liuk sesuai kondisi jalan.

Sepanjang perjalanan akan ditemui pemandangan khas hutan Thailand. Jarang sekali perumahan di sini karena mungkin di atas bukit. Namun suasananya begitu tenang.

Untuk menikmati perjalanan ini bisa memakai jasa kelompok perjalanan dengan biaya sekitar THB 550 per orang. Tiket tersebut sudah termasuk transportasi, tiket masuk, dan naik elevator menuju kuil.

Kalau ingin murah, bisa memakai kendaraan songthaew (semacam angkot di Jakarta) dengan posisi tempat duduk berhadapan). Biayanya sekitar THB 40. Itupun kalau tidak ada perubahan harga ya. Kami melakukan perjalanan ini sekitar Maret 2015.

By the way, kenapa harus naik elevator? Memang lokasi kuilnya jauh? Tinggi? Yup. Lumayanlah kalau jalan kaki.

Berhubung kami tidak ingin capek duluan, saya memilih naik elevator. Ini semacam lift namun jalannya agak ke samping, sekitar 45 derajat begitu.

Di dalam lift kita juga bisa melihat pemandangan sekitar. Bahkan melihat kabel-kabel elevator dari kaca.

Sebelum memasuki kuil, alas kaki harus dilepas (tidak masalah bila memakai kaus kaki) karena cuaca cukup panas di dalam. Maklum lantainya berubin sehingga cukup panas bila terik menyengat.

Satu lagi aturan ke kuil di Thailand. Dilarang memakai celana pendek, rok pendek atau pakaian kurang sopan.

Kuil Wat Phra That didirikan dengan pengaruh budaya Budha dan Hindu. Di dalam kuil ini ada beragam semacam candi, patung Ganesha, hingga deretan bel logam.

Di sekitar area ini kita bisa melihat pemandangan Chiangmai. Bandara juga bisa dilihat dari lokasi ini.

Saya melihat kota ini masih tradisional dengan tidak ada bangunan tinggi. Entah mungkin aturan pemerintah setempat atau bagian perintah istana.

Bagian yang menarik yakni kuil berselimutkan emas. Benar-benar dipenuhi emas, entah berapa karat. Di sini masih banyak umat setempat yang beribadah.

Yang menarik, ada semacam kuil yang didalamnya memajang uang kertas baht namun dibentuk seperti bunga kertas. Rasanya saya ingin mengambil uang itu dibawa lari. Hahaha…

Saya jadi ingat dulu waktu kuliah pernah mengambil uang Rp 500 atau Rp 1.000 di canang  (sarana ibadah masyarakat Bali).

Budaya kita ternyata mirip dengan Thailand. Lokasi wisata semacam ini yang patut dilestarikan. Ini semacam wisata ziarah ala Thailand.

Nah untuk pulang dari atas bukit, kita harus menuruni sekitar 300 anak tangga. Namun jalan saat turun akan lebih mudah dibandingkan menaiki anak tangga.

Jangan lupa memasukkan uang sebagai amal ya kalau masuk kuil ini. Salam Ranselio.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Penyambutan di restoran Khun Khantoke Chiangmai, Thailand. Sumber foto: Dok pribadi
Santap Malam Khas Istana Chiangmai

Berlibur ke Chiangmai tak lengkap rasanya bila tak mengunjungi Khum Khantoke. Khum dalam bahasa Thailand berarti istana dan Khantoke berarti...

Close