Bagi masyarakat Indonesia secara umum maupun dunia, mungkin belum begitu familiar dengan nama Desa Pejeng. Desa ini terletak di kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar.

Namun, bagi penduduk Bali, desa ini cukup terkenal. Banyak penduduk setempat yang percaya bahwa desa ini sudah ada sejak jaman pra sejarah, pada jaman perunggu.

Pura Pusering Jagat Bali. Sumber foto: tempatwisatadibaliii.blogspot.com
Pura Pusering Jagat Bali. Sumber foto: tempatwisatadibaliii.blogspot.com

Hal ini didasarkan pada penemuan gendang perunggu yang terdapat di salah satu pura di sana. Tidak hanya itu, berdasarkan artefak yang berhasil ditemukan oleh W.F. Stutterheim, arkeolog asal Belanda, desa yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali, ini merupakan pusat dari kerajaan Wangsa Warmadewa, seperti desa Bedulu.

Bukti lain bahwa bahwa desa ini sudah ada sejak jaman pra sejarah adalah dengan ditemukannya berbagai benda pra sejarah maupun sejarah. Sekitar 3.000 koleksi barang bersejarah tersebut kini disimpan di museum Gedong Arca yang juga terletak di Pejeng.

Kamu juga bisa menemukan patung Arjuna yang terdapat di sebelah barat museum Gedong Arca. Uniknya, patung tersebut berdiri di tengah persawahan.

Di desa ini pula ada sekitar 67 pura yang berdiri. Masing-masing mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri. Berikut ini tiga pura di antaranya yang cukup terkenal.

Pura Kebo Edan. Sumber foto: Instagram @SejarahBali
Pura Kebo Edan. Sumber foto: Instagram @SejarahBali

Pura Kebo Edan

Keunikan dari pura ini adalah adanya patung (arca) Siwa Bhairawa. Patung ini digambarkan sedang menari di atas tulang-tulang manusia. Banyak orang yang mengunjungi tempat ini bukan hanya untuk beribadah, namun juga melihat keunikan patung tersebut.

Suasana Odalan di Pura Pusering Jagat. Sumber foto: Warta-Pejeng.blogspot.com
Suasana Odalan di Pura Pusering Jagat. Sumber foto: Warta-Pejeng.blogspot.com

Pura Pusering Jagat

Di pura inilah berbagai arca kuno disimpan, seperti arca Dewi Durga, arca Ganesha, arca Bhairawa, dan masih banyak lagi. Kesemuanya arca tersebut berkaitan dengan Dewa Siwa. Dengan kata lain, pura Puseriing Jagat merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa yang ditunjukkan dengan berbagai arca yang ada.

Pura Penataran Sasih. Sumber foto: http://hindu-akuntansi-1i-undiksha.blogspot.co.id/2014/11/pura-penataran-sasih.html
Pura Penataran Sasih. Sumber foto: http://hindu-akuntansi-1i-undiksha.blogspot.co.id/2014/11/pura-penataran-sasih.html

Pura Penataran Sasih

Di dalam pura ini, kamu akan menemukan sebuah nekara yang terbuat dari perunggu dan mempunyai simbol magis. Pada salah satu bagian dari nekara tersebut terdapat hiasan kodok muka yang sering digunakan sebagai alat untuk menghormati para leluhur.

Pada saat musim kemarau panjang, biasanya nekara ini digunakan masyarakat untuk memohon hujan kepada dewa. Di samping nekara tersebut, terdapat pecahan prasasti yang ditulis pada sebuah batu padas.

Sayangnya, tulisan kini sudah tidak bisa dibaca lagi. Oleh karena itu, tidak diketahui makna sebenarnya dari tulisan tersebut.

Keunikan dari Desa Pejeng tidak berhenti sampai di situ. Ada sejenis pasar malam Pejeng yang diadakan di desa ini. Permainan, kebutuhan sehari-hari, hingga beberapa atraksi digelar di tempat ini.

Hampir semua masyarakat di desa ini berkumpul bersama untuk ikut memeriahkan acara tersebut.

Ayo ke Pejeng

Jika kamu kebetulan berkunjung ke Bali, sangat rugi jika tidak mampir ke Pejeng. Berbagai pengalaman dan keunikan akan kamu peroleh di sini. Apalagi jika kamu penyuka hal-hal berbau sejarah.

Lokasi Pejeng sekitar 90 menit berkendara dari Bandara Ngurah Rai. Untuk keleluasaan disarankan kamu menyewa mobil dari bandara, harganya cukup murah dan banyak pilihan. Sesampai di Pejeng tak usah khawatir soal penginapan, banyak tempat menginap tersedia di sini.

 

Please follow and like us:
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Travel Blogger Marischka Prudence
Tips Traveling Perdana ke Australia

Berlibur ke luar negeri tentu memiliki pengalaman tersendiri. Apalagi negeri itu belum pernah kita datangi. Travel Blogger Marischka Prudence mengatakan,...

Close