Berkunjung ke Hua Hin, tak seru bila tak berburu makanan seru di Pasar Cicada. Pasar ini mengombinasikan budaya dan seni yang dibalut kuliner khas Thailand.

Caesar, Steven, dan Rini berpose di depan Cicada Market. Foto: Didik Purwanto
Caesar, Steven, dan Rini berpose di depan Cicada Market. Foto: Didik Purwanto

Pasar yang buka setiap Jumat dan Sabtu pukul 16.00-23.00 waktu Thailand dan Minggu pukul 16.00-22.00 waktu Thailand ini juga menyediakan beragam kerajinan, aktivitas kreatif, workshop, hingga pameran seni dan tari dari berbagai penjuru negeri. Pasar ini terletak di Jalan Khao Takieb Hua Hin atau Hua Hin 87 atau dekat Hotel Hyatt Regency Hotel dan sebelum Sasi Theatre.

Namun kedatangan kami bersama YukMakanCom dan Tourism Authority of Thailand (TAT) memang sengaja berburu kuliner. Setelah seharian puas traveling ke destinasi di Hua Hin, perut pun harus tetap terisi demi perjalanan keesokan hari.

Aku pun cukup terkejut dengan pasar ini secara langsung. Padahal sebelum ke sini sudah menyaksikan videonya di YouTube. Namun kekaguman saat menyaksikan secara langsung akan terasa berbeda.

Di depan pintu masuk sudah disuguhi alunan musik gitar dan musik dari masyarakat Thailand. Di sebelahnya, kebetulan ada anak umur sekitar 17 tahun berkreasi menyusun tumpukan botol. Sayang, kondisinya agak gelap. Jadi aku tidak bisa mengabadikan momen tersebut secara jelas.

Awalnya, kita menuju loket penukaran uang untuk ditukar dengan kupon makan. Aku mencoba menukarkan sekitar 200 baht (Rp 80 ribu). Isi kupon terdiri dari potongan kertas berisi 50 baht, 20 baht, dua kupon 10 baht, dan dua kupon 5 baht. Untuk membeli, tinggal memberikan kupon sesuai harga makanan.

Aku membeli dua tusuk roll golden mushroom with bacon. Isinya memang macam-macam. Ada sayuran hingga daging. Cara penyajiannya pun unik, ditusuk seperti sate, diolesi bumbu khusus, lantas dibakar sejenak.

Roll golden mushroom with bacon. Isinya sayuran hingga daging. Cara penyajiannya pun unik, ditusuk seperti sate, diolesi bumbu khusus, lantas dibakar sejenak. Foto: Didik Purwanto
Roll golden mushroom with bacon. Isinya sayuran hingga daging. Cara penyajiannya pun unik, ditusuk seperti sate, diolesi bumbu khusus, lantas dibakar sejenak. Foto: Didik Purwanto

Untuk penyajiannya dalam sebuah piring ditemani sambal kecap, sambal biasa, hingga sambal mangga. Terserah konsumen menyukai sambal yang mana. Oh ya, aku memilih sate sayuran ini dengan harga 45 baht untuk satu tusuk. Aku kebetulan beli dua tusuk. Jaga-jaga kalau kelaparan.

Ternyata dua tusuk sate itu tak membuatku kenyang. Aku kembali berburu kuliner unik. Kali ini aku memilih Khanom Buang, sejenis thai crepes. Bentuknya seperti tacos Meksiko tetapi memiliki rasa berbeda.

Khanom Buang, sejenis thai crepes. Bentuknya seperti tacos Meksiko tetapi memiliki rasa berbeda. Foto: Didik Purwanto
Khanom Buang, sejenis thai crepes. Bentuknya seperti tacos Meksiko tetapi memiliki rasa berbeda. Foto: Didik Purwanto

Untuk menambah rasa, crepes diberi krim kelapa lalu diberikan varian toping seperti kelapa parut dan olahan dari kuning telur. Ada juga versi lainnya dengan toping kelapa parut dan daun bawang yang dicincang. Rasanya lezat, cocok untuk camilan sekaligus hidangan penutup. Sebungkus crepes ini dijual 45 baht.

Namun lagi-lagi perut minta diisi dengan hidangan berat. Aku bersama Reynaldi mencoba mencari hidangan sedikit berisi. Pilihan kami pada Thai Rice Noodle with Green Curry. Isinya, telur, terung belanda, ayam, mie, dan wortel. Semangkok menu ini dijual 65 baht. Rasanya, mirip opor tetapi lebih pedas dengan konten berbeda. Lebih enak menu ini disajikan dengan nasi hangat sambil dinikmati di bawah gemericik hujan. Waahh asyiikk..Sayang Hua Hin saat itu panas bangeeeettt..

Thai Rice Noodle with Green Curry. Foto: Didik Purwanto
Thai Rice Noodle with Green Curry. Foto: Didik Purwanto

Belum puas lagi, kami mencari barbeque chicken. Isinya ayam bakar dan bawang bombay. Lumayan mengenyangkan untuk satu tusuk yang dijual 45 baht.

Barbeque chicken. Foto: Didik Purwanto
Barbeque chicken. Foto: Didik Purwanto

Karena duit masih cukup, kami memutuskan untuk membeli mango with sticky rice. Menu ini memang sudah lumrah bagi kuliner Thailand di mana pun berada. Namun kami penasaran dengan menu ini di Hua Hin.

Melihat dari lapaknya, kami sudah tergoda dengan deretan mangga ranum. Belum lagi bila sudah dikupas dan ditemani nasi ketan ala Thailand. Benar-benar rasanya nikmaaat. Sebungkus menu ini dijual 120 baht. Untuk mangga saja dijual 150 baht dan nasi ketan saja dijual 75 baht.

Bagi penggemar kuliner, tentu menu-menu di sini tidak bisa dilewatkan asal perut kuat menyantapnya. Berbagai olahan seafood, menu tradisional Thailand, chinese noodle, korean BBQ, aneka santapan penutup, pasta Italia dan Amerika, hingga aneka minuman ada di sini.

Ternyata Cicada Market ini mulai dikenal wisatawan seluruh dunia sehingga perlu menyediakan menu khas Eropa hingga Amerika, meski menu khas Asia jadi sajian utama di mayoritas tenant.

Selamat kenyang di Cicada.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Mario Maurer ditunjuk menjadi duta wisata Thailand. Dia datang ke Jakarta untuk meet and greet dengan penggemarnya di Jakarta, Sabtu (25/2). Foto: Didik Purwanto
Mario Maurer Jadi Duta Wisata Thailand

Tourism Authority of Thailand (TAT) telah memilih aktor Mario Maurer sebagai Duta Wisata Thailand untuk tiga tahun ke depan. Pemilihan...

Close