Dikenal sebagai salah satu pusat keuangan dunia, Hong Kong memiliki beragam keunikan sebagai destinasi wisata. Bekas koloni Inggris ini terus dikunjungi wisatawan, tak terkecuali diminati sebagai lokasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bekerja.

Empat tahun lalu, aku pernah menginjakkan kaki dan sempat menginap semalam di hotel dekat Bandara Internasional Hong Kong. Alasannya cukup lucu, ketinggalan pesawat. Simak ceritanya di sini. Perjalanan ke Shanghai bisa dilihat di sini.

Dari kaca hotel, aku sempat berangan-angan suatu saat akan mengunjungi kota ini lagi, terutama ke Hong Kong Disneyland Resort dan Museum Madame Tussauds. Meski sudah pernah mengunjungi museum tersebut di Bangkok, tentu koleksi di Hong Kong akan berbeda.

Sebagai salah satu pusat perdagangan dunia, Hong Kong berubah dramatis sejak pengibaran bendera di Possession Point pada tahun 1841. Pulau yang digambarkan sebagai pulau ‘gersang’ mekar ini perlahan meninggalkan visual dan budaya hebat dan unik.

Untuk mengetahui perkembangan Hong Kong, aku ingin menikmati kota yang diperkirakan sudah mulai ditinggali manusia sejak zaman Neolitikum ini, meski baru dikenal luas saat Hong Kong diserahkan Britania Raya setelah Perang Opium pada abad ke-19.

Berikut beberapa destinasi yang ingin aku kunjungi:

1881 Heritage

Destinasi ini akan membawa Anda ke Hong Kong era Victoria. Dari 1880 hingga 1996, tempat ini merupakan markas besar Polisi Marina Hong Kong. Beberapa bangunan dan artefak bernilai sejarah telah dilestarikan dan diperbaiki. Situs ini sekarang menampilkan sebuah mal, sebuah hotel warisan, dan sebuah aula pameran.

Situs ini berisi sejumlah Monumen Resmi, yang paling menarik Menara Bola Waktu.  Foto: www.discoverhongkong.com
Situs ini berisi sejumlah Monumen Resmi, yang paling menarik Menara Bola Waktu. Foto: www.discoverhongkong.com

Situs ini berisi sejumlah Monumen Resmi, yang paling menarik Menara Bola Waktu. Dari 1885 hingga 1907, menara ini memberikan layanan penting bagi kapal-kapal di Pelabuhan Victoria. Banyak kapal tiba di Hong Kong melalui perjalanan panjang yang mengakibatkan kronometer mereka tidak lagi akurat. Kesalahan satu menit bisa mengakibatkan kapal tersesat yang membahayakan pelautnya.

Bola yang ditempatkan di tiang di atas menara dinaikkan secara manual setiap pagi dan dengan data dari Observatorium Hong Kong diturunkan setiap pukul 1 siang setiap hari. Menara ini terlihat jelas dari pelabuhan dan penurunan bola memungkinkan kapal untuk mengkalibrasi ulang kronometer mereka hingga ketepatan satu persepuluh detik sebelum meninggalkan Hong Kong menuju bagian-bagian lain dunia. Benar-benar perjalanan menakjubkan bila mengunjungi destinasi ini.

Lokasi destinasi ini bisa dijangkau dengan kereta MTR menuju Stasiun Tsim Sha Tsui dan keluar melalui pintu E, menuju jalan Salisbury Riad, melewati terowongan dekat YMCA.

Menara Jam

Berdiri setinggi 44 meter, Menara Jam tua ini didirikan pada 1915 sebagai bagian Stasiun Kereta Kowloon-Canton. Stasiun yang dulunya sibuk kini telah tiada, tapi menara bata dan granit ini dipelihara sebagai Monumen Bersejarah, pengingat elegan akan Zaman Uap. Menara ini juga monumen bagi jutaan imigran China yang akan memulai hidup baru di Hong Kong dan tempat jauh lainnya.

Menara Jam tua ini didirikan pada 1915 sebagai bagian Stasiun Kereta Kowloon-Canton. Foto: www.discoverhongkong.com
Menara Jam tua ini didirikan pada 1915 sebagai bagian Stasiun Kereta Kowloon-Canton. Foto: www.discoverhongkong.com

Lokasi destinasi ini berada di Kowloon Point di Tsim Sha Tsui yang dapat ditempuh melalui kereta MTR dengan Stasiun Tsim Sha Tsui, kemudian menyusuri jalan Salisbury, belok kanan dan masuk ke sebuah terowongan di dekat YMCA ke Hong Kong Cultural Center. Lalu belok kanan lagi dan lurus terus hingga mencapai lokasi.

Bila memakai ferry dari Wan Chai bisa mengikuti petunjuk. Menara Jam ini berada di dekat Stasiun Tsim Sha Tsui.

Former French Mission Building

Dibangun dengan Misi Etrangères de Paris pada tahun 1917 di atas dasar struktur sebelumnya, granit bangunan dan struktur bata merah khas dari gaya neo-klasik arsitektur populer selama periode Edwardian (1901-1910 ). Missioner Prancis menjualnya kembali kepada Pemerintah pada tahun 1953 dan sejak saat itu telah digunakan untuk berbagai tujuan sebagai markas besar Departemen Pendidikan, Pengadilan Negeri, Mahkamah Agung, dan Layanan Informasi Departemen.

Bangunan ini dulu sebagai markas besar Departemen Pendidikan, Pengadilan Negeri, Mahkamah Agung, dan Layanan Informasi Departemen. Sumber foto: www.discoverhongkong.com
Bangunan ini dulu sebagai markas besar Departemen Pendidikan, Pengadilan Negeri, Mahkamah Agung, dan Layanan Informasi Departemen. Sumber foto: www.discoverhongkong.com

Destinasi ini bisa dikunjungi melalui MTR Stasiun Central, keluar di D1. Lalu berjalan ke Queen’s Road Central dan dari situ menuju Battery Path.

Gua Kamikaze

Gua ini terletak di Pulau Lamma dan menjadi lokasi tim kamikaze Jepang selama Perang Dunia II. Mereka meluncurkan kapal cepat di sini untuk digunakan pada misi bunuh diri melawan Sekutu.

Gua ini menjadi lokasi tim kamikaze Jepang selama Perang Dunia II dan digunakan untuk bunuh diri melawan Sekutu. Foto: www.discoverhongkong.com
Gua ini menjadi lokasi tim kamikaze Jepang selama Perang Dunia II dan digunakan untuk bunuh diri melawan Sekutu. Foto: www.discoverhongkong.com

Destinasi ini bisa dikunjungi dengan berjalan dari Sok Kwu Wan Ferry Pier 2 melewati jalan utama Sok Kwu Wan. Lantas memakai kendaraan menuju Yung Shue Wan dan berjalan sekitar 15 menit.

Pulau ini memiliki destinasi yang cocok bagi wisatawan petualang. Perjalanan dengan berjalan kaki akan sangat menarik karena akan dipenuhi pemandangan laut yang kemudian berakhir di desa nelayan Sok Kwu Wan.

Di dekat gua, pulau ini juga memiliki pantai Lo So Shing nan berpasir. Tempat ini pernah menjadi sentra produksi kapur zaman Dinasti Tang (618-907) dulu. Anda masih dapat menemukan pekapuran kuno di sini.

Pantai Lo So Shing pernah menjadi sentra produksi kapur zaman Dinasti Tang (618-907). Foto: www.discoverhongkong.com
Pantai Lo So Shing pernah menjadi sentra produksi kapur zaman Dinasti Tang (618-907). Foto: www.discoverhongkong.com

Selain itu, pulau ini menyuguhkan kehidupan nelayan tradisional sambil menikmati makanan laut yang lezat serta mengunjungi kuil Tin Hau berumur 150 tahun. Dari sini, Anda dapat menaiki feri pulang ke Central (30-40 menit) atau melanjutkan perjalanan ke Rute Pendakian Ling Kok Shan.

Karena di pulau ini belum ada tempat istirahat, sebaiknya membeli persiapan di Yung Shue Wan. Lokasi ini bisa ditempuh 30 menit dengan naik feri dari Central Pier 4 (Stasiun MTR Hong Kong keluar di E1, berjalan melalui ifc mall dan jembatan ke Sok Kwu Wan. Atau naik feri dari Yung Shue Wan ke Central atau Aberdeen. Dari sini, transportasi umum tersedia ke destinasi lainnya.

Meriam Tengah Hari

Meriam ini dimiliki perusahaan mutinasional Jardine Matheson. Meriam Tengah Hari, terkenal dalam lagu Noel Coward Mad Dogs and Englishmen, yang disulut pegawai Jardine setiap tengah hari.

Meriam Tengah Hari telah menjadi tradisi lokal dan daya tarik wisatawan. Foto: www.discoverhongkong.com
Meriam Tengah Hari telah menjadi tradisi lokal dan daya tarik wisatawan. Foto: www.discoverhongkong.com

Meriam ini terletak di dermaga Causeway Bay, tempat Jardine dulu memiliki gudang-gudang yang dikenal sebagai godowns. Tradisi penghormatan tembakan meriam dimulai saat seorang Perwira Angkatan Laut Kerajaan yang baru tiba di Hong Kong terganggu kecenderungan pegawai Jardine menembakkan meriam saat pemimpin perusahaan berlayar masuk pelabuhan karena penghormatan meriam hanya untuk pemimpin militer. Sebagai hukuman, Jardine diharuskan menembakkan penghormatan sekali setiap tengah hari selamanya.

Perusahaan ini menjalankannya dan Meriam Tengah Hari telah menjadi tradisi lokal dan daya tarik wisatawan. Noel Coward bahkan mampir untuk menembakkan meriam ini suatu waktu.

Menarik, bukan?

Ternyata Hong Kong bukan hanya salah satu tempat mayoritas tenaga kerja kita bekerja tapi memberikan wawasan baru bagi peradaban China, terlebih dunia. Sebagai Daerah Administrasi Khusus, Hong Kong menjadi kota pertama di China melalui asas satu negara dua sistem. Jadi liburan ke Hong Kong, satu tempat semuanya ada di sini. Asal jangan sampai ketinggalan pesawat lagi. Hahaha..

Postingan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog #WegoDiscoverHK

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Caesar, Steven, dan Rini berpose di depan Cicada Market. Foto: Didik Purwanto
Berburu Kuliner Seru di Cicada

Berkunjung ke Hua Hin, tak seru bila tak berburu makanan seru di Pasar Cicada. Pasar ini mengombinasikan budaya dan seni...

Close